Rujukan Nasional


Rumah Sakit BLU dr H Marzoeki Mahdi Bogor merupakan pusat rujukan nasional pelayanan kesehatan jiwa. Didirikan pada zaman penjajahan Belanda pada tanggal 1 Juli 1882 dikenal dengan nama Hetkrankzinnigengestich Buitenzorg. Perubahan sosio–ekonomi dan politik di Indonesia sangat mempengaruhi kelangsungan organisasi–organisasi pemerintah termasuk diantaranya Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Perubahan tersebut dapat berdampak pada struktur organisasi hingga status dan kedudukan organisasi. Rumah Sakit dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor harus mempersiapkan diri dengan pilihan yang ada, namun yang terpenting dan harus dilakukan adalah mencapai kemandirian dalam menyediakan dan mengelola sumberdaya agar kelangsungan organisasi dapat dipertahankan.

Potensi sumberdaya material dan sumberdaya manusia yang ada di RS dr. H. Marzoeki Mahdi dapat digali untuk meningkatkan revenue yang diperlukan demi kelangsungan organisasi. Peningkatan utilisasi sumberdaya yang ada merupakan alternatif pilihan yang harus dicoba untuk meningkatkan pendapatan rumah sakit. Hal ini dapat dilakukan dengan cara melakukan perubahan cara pandang, bahwa organisasi pemerintah yang tadinya birokratis menjadi organisasi yang mempunyai sifat wirausaha.

Rumah Sakit dr. H Marzoeki Bogor mempunyai luas lahan 578, 765 m2 dan luas bangunan 26. 862 m2. Kapasitas tempat tidur tercatat sejumlah 640 tempat tidur (TT), distribusi tempat tidur berdasarkan pelayanan terdiri dari rawat inap psikiatri 483 TT, rawat inap pemulihan ketergantungan NAPZA 97 TT dan rawat inap umum 138 TT, sementara berdasarkan kelas terdiri dari kelas VIP dan Utama 45 TT (6,27 %), kelas I 57 TT (7,10 %), kelas II 57 TT ( 7,94 %), kelas III 373 TT ( 51,95 %) dan kelas khusus 194 TT (26,94 %).

Di masa datang rumah sakit diharapkan tumbuh menjadi organisasi yang mengutamakan profesionalisme dalam segala bidang. Profesionalisme akan meningkatkan mutu, menjadi efektif dan efisien sehingga akan meningkatkan produktivitas atau kinerja rumah sakit. Hal ini sangat diperlukan untuk menghadapi situasi yang berubah dengan cepat dan tidak menentu.
Layanan unggulan di RS.dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor adalah REHABILITASI PSIKOSOSIAL
Rehabilitasi Psikososial adalah suatu proses yang memfasilitasi kesempatan bagi orangorang yang mengalami kelemahan, ketidakmampuan, dan keterbatasan akibat gangguan jiwa, untuk mencapai fungsi yang optimal di dalam komunitas.
Kinerja Pelayanan
Kembaren, L.2016. Psychofarmacology and Psychosocial Rehabilitation to Achieve Recovery in Indonesia.International Journalof Neuropsychopharmacology, 2016, p.90

Psychopharmacology and Psychosocial Rehabilitation to Achieve Recovery in Indonesia Lahargo Kembaren Psychosocial Rehabilitation Departement, Marzoeki Mahdi Mental Hospital, Bogor, Indonesia

Abstract

After Indonesia’s Mental Health Law, approved by parliament in 2014, then began the movement of mental health services in Indonesia. Rehabilitation is one of the mental health effort that must be done in the context of the patient’s recovery. Mahdi Marzoeki mental hospital in Bogor is the oldest psychiatric hospital in Indonesia which has a psychosocial rehabilitation program hospital-based and community-based. Some programs are done in the hospital include: psychoeducation, social skills training, cognitive remediation, vocational training, art, music, sports and spiritual. Mahdi Marzoeki mental hospitals also developed a psychosocial rehabilitation services, communitybased, namely: ACT (assertive community treatment), case management, mental health alert village, rehabilitation and community-based institutions. These programs are expected to perform continuous rehabilitation services from the hospital to the community, the revolving door phenomenon can be rapidly reduced and many patients can recover and be productive again. Psychopharmacology as one of therapy for mental disorder also has role for recovery. Combination between psychopharmacology and rehabilitation are superior to achieve recovery. The result from the survey that have been done in Psychosocial Rehabilitation Unit show that typical antipsychotic combine with psychosocial rehabilitation increase the GAF (Global Assesment and Functioning) score of the day care patients. Key words: psychosocial rehabilitation, psychopharmacology, recovery

sumber: http://academic.oup.com/ijnp/article/19/Suppl_1/90/2946193/PM523-Psychopharmacology-and-Psychosocial

RSMM melakukan kerja sama dengan berbagai jejaring pelayanan dalam mendukung pelayanan unggulan rehabilitasi Psikososial. Jejaring ini digunakan sebagai alur rujukan untuk mendapat layanan rehabilitasi psikososial atau rujukan penyaluran. Jejaring tersebut meliputi:

Dinas Sosial:

  1. Dinas Sosial Kota Bogor
  2. Dinas Sosial Kabupaten Bogor
  3. Dinas Sosial Kota Depok
  4. Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi
  5. Dinas Sosial  kabupate Bekasi
  6. Dinas Sosial Tangerang Selatan
  7. Dinas Sosial Kab Karawang
  8. Dinas Sosial tasikmalaya
Dinas Kesehatan
  1. Dinkes Kota Depok
  2. Dinkes Kota Bogor
  3. Dinkes Kab Bogor
  4. Dinkes Kab Sukabumi
  5. Dinkes Kab Cianjur
  6. Dinkes Kab Bekasi
  7. Dinkes Kota Bekasi

Panti:
  1. Panti rehabilitasi Sosial Phalamarta
  2. Balai Kesejahteraan Sosial
  3. Panti wreda Emoang, Kota Bogor

Tim Reaksi Cepat Kemensos
Pekerja social masyarakat
Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan
Puskesmas:
  1. PKM Kota Bogor: 25 puskesmas
  2. PKM Kab Bogor: 111 puskesmas

Kelompok Swa Bantu:
  1. Kelompok Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Simpul Bogor
  2. Kelompok Dukungan Bipolar

Pellayanan Unggulan Rehabilitasi social RSMM bersama dengan Bagian dan Instalasi Diklit telah merencanakan agenda continuing medical education dalam bentuk:

  1. Workshop Penyusunan Kurikulum Pelatihan Brevet Instruktur Rehabiitasi psikososial, Juni 2017
  2. Workshop metode penelitian klinik di Reahbilitasi Psikososial, Juli 2017
  3. Pelatihan Instruktur Rehabiltasi Psikososial, Agustus 2017
  4. Seminar Nasional Rehabilitasi Psikososial, Oktober 2017
  5. Wahana Praktik Mahasiswa, Januari – Desember 2017
                1)  Keperawatan,
                2)  Okupasi terapi, dan
                3)  Psikologi
                4)  Kedokteran (Co as Kedokteran)